Salam Kenal

Assalamu'alaikum ...
Perkenalkan
saya, Diky Sumakarya
adalah Caleg Nomor Urut 5 (Lima)
dari Partai Hati Nurani Rakyat (1.HANURA),
Daerah Pemilihan Walantaka-Curug (Dapil 4)
Kota Serang-Provinsi Banten.


Rabu, 21 Januari 2009

Apa dan Siapa Prof.Dr.Husein Djajadiningrat?

Sebagai putra kelahiran Serang Banten saya merasa ingin memperkenalkan lebih jauh mengenai Husein Djajadiningrat. Mengapa demikian? Karena pengaruh dan kontribusinya yang besar bagi dunia ilmu pengetahuan dan masyarakat Banten pada khususnya. Banten yang terkenal religius pernah pula melahirkan tokoh ulama berkaliber internasional yakni Syekh Nawawi, selain itu tidak kalah penting juga lahir sang pemikir handal lain dialah Husein Djajadiningrat. Agar tidak terlalu panjang lebar saya perkenalkan
Husein Djajadiningrat, dia lahir pada 8 Desember 1886 di Kramat Watu, Serang. Dia adalah orang Serang, Banten yang pertama di Indonesia yang mendapat gelar doktor dan profesor. Dia kuliah hingga lulus dokter pada 3 Mei 1913 dari Univ. leiden Belanda dengan disertasi Critische Beschouwning van de Sedjarah Banten (tinjauan kritis tentang sejarah Banten) dibawah bimbingan Snouck Hugronje (1857-1936). Leluhur dari ayah Hosein Djajadiningrat bernama Raden Wirasuta seorang anak puun Cibeo kanekes yang pernah diangkat oleh Sultan Agung Tirtayasa (1631-1692) menjadi punakawan dan prajurit.
Nama Bapaknya Husein Djajadiningrat adalah Raden Bagoes Djajawinata (1854-1899) Wedana Kramat Watu dan Bupati Serang kelahiran Pandeglang. Ibunya bernama Ratu Salehah kelahiran Cipete Serang.
Husein adalah laki-laki yang cerdas, dalam hidupnya ia berguru pada Hugronje yang kemudian banyak mendiskusikan karangan yang ditulis oleh Husein sendiri. Melihat perkembangan pendidikan yang bagus pada diri Husein maka Snouk memutuskan untuk menyekolahkannya ke Leiden. Tahun pertama di Belanda ia mempelajari dua bahasa yakni latin dan yunani, kemudian tahun 1905 Husein resmi menjadi Mahasiswa Univ. Leiden dengan segala prestasinya ia terus kuliah sampai menulis disertasinya dengan hasil cumlaude.
Melihat biografi di atas saya merasa takjub sekaligus salut ternyata Banten memiliki seorang jenius pertama di Indonesia yang mampu meraih profesor. Ini adalah sebuah motivasi bagi kita semua bahwasannya dengan segala keterbatasan yang kita miliki,semua cita-cita dapat tercapai dengan bekal semangat,belajar dan terus belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar